WELCOME TO MY BLOG Chek It Out �
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Desember 2010

Kalah Ukuran.(Humor Lah)

Seorang pria Perancis yang memiliki ukuran anu “wah size”, berkeliling disebuah pusat pertokoan obat obatan Asia. Dengan maksud ingin memamerkan anu-nya yang wah.

Si Perancis berpura-pura hendak membeli kondom di setiap toko yang di masukinya. Di sebuah toko obat milik orang Indonesia tanpa ragu-ragu si Prancis menghampiri penjaga toko,
“Ada jual kondom ?” tanyanya sambil menimang-nimang ‘anu’-nya, penjaga toko dengan gagap menjawab,
“Ti..ti..ti..tidak ada mister !?”
Dengan bangga si Prancis pun keluar toko sambil melihat-lihat toko yang lain. Kemudian dia masuk ke sebuah toko obat lain yang pemiliknya orang Cina. Bertanya lagi si Prancis “Ada jual kondom ?!” tanya si Perancis kepada penjaga toko sambil tetap menimang-nimang “anu”nya, si penjaga toko dengan terbata-bata berkata
“Haiya..ukulan anu tuang,..di sini tidak..adaa..haiya !?”. Kembali si Prancis keluar toko dengan bangga.
Begitu terus kelakuan si Prancis pada setiap toko obat yang di laluinya.
Sampai si Prancis mencoba masuk ke toko obat milik orang arab, kebetulan waktu itu yang menjaga toko pemiliknya sendiri karena pembantunya (orang arab juga) sedang merapihkan gudang. Masuklah si Prancis, kemudian dia menghampiri pemilik toko obat tersebut.
Seperti yang sudah-sudah kembali si Prancis dengan maksud memamerkan benda “pusaka”nya, bertanya dia pada pemilik toko.
“Ehemm..Ada jual kondom ukuran ini ?!”,
tanya si Prancis sambil menunjuk ke “anu”nya. Pemlik toko, Dengan sikap melayani pembeli, berkata pemilik toko “Tunggu sebentar,…pelayan saya ada
di belakang..!?”,
Dengan logat Arab-nya yang kental pemilik toko berkata kepada pembantunya
“Ahmad.. tolong ambilkan kondom UKURAN ANAK-ANAK.!!”

Buruan cium Pantat Gua (Humor Lah)

Seorang lelaki berpakaian jas lengkap dan perlente sedang berjalan kaki menuju ke suatu tempat, ketika secara tiba-tiba seorang anak muncul di hadapannya dan bertanya:
“Maaf om, bole tanya kan?. Sekarang ini jam berapa sih?”
Lelaki tersebut melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tanganya dan berkata:
“Sekarang jam tiga kurang seperempat.”
Si anak mengucapkan terima kasih, lalu berkata:” Tepat jam tiga nanti om boleh mencium pantat saya.” katanya sambil melarikan diri.
Lelaki perlente tersebut merasa dilecehkan dan mengejar si anak untuk memberi pelajaran.
Ketika sedang berlari mengejar, seorang rekan kantor menghentikanya.
“Ada apa kamu lari-lari begitu?” tanya rekan tersebut.
Sambil menunjuk si anak, lelaki perlente bercerita:” Anak itu bertanya jam berapa, lalu aku jawab jam tiga kurang seperempat,..eeee.. dia bilang jam tiga tepat aq boleh mencium pantatnya.”
Temannya melihat jam dan berkata:”Lho, masih sepuluh menit lagi, kenapa buru-buru???”.

Akibat Minum Viagra (HUMOR LAH)

Seorang wanita umur 40-an datang ke dokter dan berkata. “Dok, suami saya akhir-akhir ini tidak lagi bergairah,sudikah dokter membantu mengatasi masalah saya?”
“Kenapa tidak coba viagra, itu obat yang sangat hebat”. Kata dokter.
“Oh tidak, suami saya tidak suka dengan obat-obat perangsang semacam itu, saya sudah capek membujuknya”.
“Begini nona, nona bisa mencoba tanpa disadarinya, masukkan dalam minumannya, dia tidak akan tahu, pil ini tidak ada rasanya”. kata dokter itu lagi.
“Ok dok, akan saya coba”. kata wanita itu.
Keesokan harinya wanita itu datang lagi dengan muka merah padam sambil berkata “Dok, Sungguh memalukan!..sungguh memalukan!”.
Sambil terkejut dokter itu berkata “Lho, kenapa? Apa obatnya tidak manjur?”
“Oh tidak dok, obatnya sangat manjur sekali, saya berikan tadi malam, setelah diminum, muka suami saya langsung memerah, lalu membuang semua isi meja ke lantai, membuka rok saya dan… mem..bla..bla..bla.. di atas meja makan itu juga!. Permainan itu berlangsung hampir satu jam. Ini adalah permainan yang paling hebat yang pernah saya rasakan sejak 20 tahun lalu…”
“Lalu… Apa masalahnya?” tanya dokter keheranan.
“Bagaimana tidak malu dok, semua itu terjadi di depan ibu, ayah, mertua, anak-anak dan pembantu rumah saya!!! Kami sedang makan malam bersama.”
Dokter: $#?~)!@#&*?